Monday, November 30, 2015

Perbedaan Suzuki Karimun GX dan DX

Motorlosari.com, Berita Seputar Otomotif, Perbedaan Suzuki Karimun - Sebelum membahas mengenai perbedaan suzuki karimun GX dan Karimun DX, maka motorlosari.com akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai sejarah dari suzuki karimun di indonesia, Suzuki Karimun merupakan city car yang dirancang Oleh pabrikan mobil Jepang yaitu Suzuki dan dirakit di Indonesia oleh PT. Indomobil Suzuki International (anak perusahaan dari Suzuki). Dan dijual di Indonesia dari tahun 1999 sampai sekarang. Hal ini didasarkan pada Generasi pertama yaitu pada tahun (1999-2007) generasi pertama Suzuki Wagon R, kemudian generasi kedua (2007-2013) yaitu generasi Pertama Suzuki MR Wagon (seperti Suzuki Estilo / Karimun Estilo), kemudian generasi ketiga (2013-sekarang) yaitu Suzuki Karimun Wagon R (sebagai Suzuki Karimun Wagon R)

Tapi kali ini motorlosari tidak membahas mengenai karimun wagon, melainkan perbedaan antara Suzuki Karimun GX dan DX, Suzuki Karimun yang sering disebut juga dengan Karimun Klasik atau Kotak, mulai dipasarkan di Indonesia sejak tahun 1999 hingga 2006, dan tentunya terdapat berbagai jenis perbedaan tipe Karimun berdasarkan tahun keluarnya, yaitu: Tipe GX 1.

Berikut adalah Perbedaan antara Suzuki Karimun GX dan DX


Perbedaan Suzuki Karimun GX dan DX
Perbedaan Suzuki Karimun GX dan DX

Perbedaan Suzuki Karimun pada Interior

a. Handle atau pegangan penumpang belakang model panjang.
b. Ada laci dibawah kursi penumpang depan.

Perbedaan Suzuki Karimun pada Eksterior

a. Roofrail
b. Handle bagasi belakang
c. Foglamp
d. Spion luar posisi tidur atau melintang
e. Grill Cover Krom
f. Velg palang lima
g. Wiper belakang Tipe Karimun GX Semua yang ada di tipe GX tidak ada di tipe Karimun DX, kecuali velg palang tiga dan spion luar posisi berdiri atau tegak.

Spesifikasi pada Suzuki Karimun secara keseluruhan

Dalam Ukuran dan Panjang secara keseluruhan 3,410 mm Lebar keseluruhan 1,575 mm Tinggi total 1,705 mm Wheelbase 2,335 mm Radius putar 4,8 m BERAT Berat badan 865 kg Berat kotor 1.325 kg MESIN Tipe F 10 A (SOHC) Pemindahan 4 in-line Jumlah katup 8 Piston perpindahan 970 cc Bore x Stroke 65,5 x 72 mm Rasio kompresi 1:8,8 KAPASITAS Tempat duduk 5 orang Tangki bahan bakar 42 liter

Shock Absorber untuk Karimun Classic

1. Monroe Sensatrac
2. Kayaba Excel G 3. SBM 4. Kayaba Lokal std Apabila service record tidak terlacak, maka hal-hal yang bisa Anda lakukan, yaitu:
1. Mengganti semua oli, seperti pada oli mesin menggunakan SAE10w/40 dan oli transmisi menggunakan Shell Spirax 75w/90.
2. Mengganti timing belt set serta memeriksa waterpump.
3. Service karburator dengan menyemprotnya menggunakan carbject atau sejenisnya serta menyetel timing 8 hingga 10 derajat.
4. Menyetel klep in 15 dan klep out 20. Namun bagi yang suka dengan kecepatan tinggi bisa mencoba dengan setelan klep in 20 dan out 25.
5. Jika mobil kurang sehat atau knalpot mengebul, maka bisa membeli Nano Energizer untuk dimasukkan kedalam oli.

Beberapa tips setelan karburator, antara lain: 

1. Setel campuran angin dan bensin, putar setelah angin dibelakang karburator berbentuk sekrup dengan menggunakan obeng min, setelan suhu mesin normal, lalu putar baut tersebut hingga didapatkan RPM tertinggi.
2. Setel timing di 8 hingga 10 derajat.
3. Setel idle tanpa beban di 800 hingga 850 RPM.
4. Setel idle dan kipas radiator menyala di 850 RPM.
5. Setel idle kelistrikan, nyalakan headlamp di 850 RPM.
6. Setel idle AC dengan menyalakannya di 900 RPM. Sebelum melanjutkan ke tahap yang berikutnya, silakan melakukan pengecekan ulang.

Artikel Terkait

>>> Simple Rules <<<
> Jangan TinggalKan Link Aktif
> Jangan Tinggalkan Link Non Aktif
> Berkomentarlah Sesuai Judul Artikel
EmoticonEmoticon